Isu Bali Sepi Dibantah, Data Tunjukkan Tren Positif

Isu Bali Sepi Dibantah, Data Tunjukkan Tren Positif

Bisnis Online Tanpa Modal — Isu Bali sepi wisatawan menjelang Natal dan Tahun Baru kembali ramai dibicarakan. Namun pemerintah menegaskan bahwa narasi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan data di lapangan. Berdasarkan catatan resmi, Pulau Dewata masih menjadi magnet utama wisata, khususnya bagi wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memastikan bahwa secara umum sektor pariwisata Bali tetap berada dalam tren positif. Meski ada dinamika pergerakan wisatawan domestik, kunjungan turis asing justru terus menunjukkan peningkatan.

Wisatawan Mancanegara Masih Tumbuh Signifikan

Widiyanti mengungkapkan bahwa hingga akhir 2025, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali telah mencapai sekitar 6,8 juta orang. Angka tersebut dinilai masih sangat positif dan mendekati target tahunan pemerintah sebesar 7 juta kunjungan.

Menurutnya, capaian ini membuktikan bahwa daya tarik Bali di mata wisatawan internasional tetap kuat, meskipun berbagai isu seperti cuaca ekstrem sempat mencuat di ruang publik.

Di sisi lain, pergerakan wisatawan nusantara memang mengalami sedikit penurunan. Widiyanti menilai hal ini bukan disebabkan oleh menurunnya minat terhadap Bali, melainkan karena perubahan preferensi perjalanan.

Informasi mengenai cuaca kurang bersahabat membuat sebagian wisatawan domestik memilih destinasi alternatif di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Yogyakarta Alami Lonjakan Kunjungan

Pergeseran tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah wisatawan di beberapa daerah lain. Yogyakarta disebut menjadi salah satu wilayah yang mencatatkan lonjakan kunjungan cukup signifikan selama periode akhir tahun.

Meski demikian, Widiyanti menegaskan Bali tidak mengalami penurunan drastis. Penurunan kunjungan wisatawan domestik di Bali diperkirakan hanya sekitar 2 persen, dan tidak mengganggu stabilitas sektor pariwisata secara keseluruhan.

Isu Bali sepi juga ditanggapi langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Ia menilai informasi yang beredar di media sosial tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.

Menurut Koster, data harian menunjukkan arus wisatawan mancanegara justru meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga pertengahan Desember 2025, jumlah wisatawan asing ke Bali telah mencapai sekitar 6,7 juta orang, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024.

Okupansi Hotel dan Tantangan Akomodasi Non-Hotel

Meski jumlah wisatawan meningkat, Koster mengakui tingkat hunian hotel belum sepenuhnya sebanding. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya penggunaan akomodasi alternatif seperti Airbnb yang tidak seluruhnya tercatat dalam sistem pajak daerah.

Kondisi ini membuat peningkatan jumlah wisatawan tidak selalu berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan dari sektor perhotelan dan pajak hotel-restoran.

Selain faktor preferensi perjalanan, cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan banjir juga turut memengaruhi aktivitas wisatawan. Beberapa pelaku transportasi dan jasa wisata merasakan dampaknya, meskipun tidak sampai menurunkan minat wisatawan secara signifikan.

Pemerintah daerah memastikan terus memantau situasi dan mengoptimalkan pelayanan agar aktivitas pariwisata tetap berjalan aman dan nyaman.

Pariwisata Bali Dinilai Tetap Solid

Baik Kementerian Pariwisata maupun Pemerintah Provinsi Bali sepakat bahwa sektor pariwisata Bali masih berada dalam kondisi stabil. Data dari bandara dan dinas pariwisata menunjukkan tren kunjungan yang konsisten meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan mendekatnya akhir periode Natal dan Tahun Baru, pemerintah optimistis target 7 juta wisatawan mancanegara ke Bali pada 2025 dapat tercapai.