Kategori: Success Stories

Penjualan Rianty Batik Naik Berkat E-commerce

Penjualan Rianty Batik Naik Berkat E-commerce

Bisnis Online Tanpa Modal –  Salah satu seller TikTok Shop dan Tokopedia yang sukses bertahan di kala pandemi Covid-19 dan bangkit dengan bertransformasi lewat digital adalah Rianty Batik.

Diketahui, Rianty Batik bergabung dengan Tokopedia semenjak tahun 2016. Rianty Batik juga membuktikan bisa berjualan online dan offline secara bersamaan (omnichannel).

Rianty Batik Aditya Suryadinata, Chief Executive Officer (CEO) yang merupakan generasi kedua penerus usaha Rianty Batik mengungkapkan, lewat ekspansi secara digital, saat ini produk batiknya mampu menjangkau hampir di seluruh wilayah Indonesia.

“Meskipun sudah berdiri selama 16 tahun, sejak tahun 2007, kami sadar akan pentingnya memanfaatkan platform teknologi seperti Tokopedia dan TikTok agar makin maju dan tak tertinggal di era digital,” ungkapnya dalam workshop di kawasan Malioboro, Yogyakarta, Selasa (6/2/2024).

Aditya mengaku, sebagai salah satu toko batik pertama yang masuk ke bisnis online di Indonesia, dia merasa sangat terbantu usai bergabung dengan Tokopedia. Di mana hal tersebut membantunya mempercepat pertumbuhan bisnis khususnya saat pandemi.

Selain itu, Rianty Batik juga rutin ikut berbagai kampanye, seperti Tokopedia Fashion serta  memanfaatkan fitur Tokopedia seperti flash sale, fitur beriklan TopAds dan lain-lain.

“Saat ini kontribusi penjualan dikontribusi sebesar 20-25 persen dari online. Omzet rata-rata di atas Rp 50 juta. Tetapi majority masih dari penjualan offline di 13 cabang store yang ada di Yogya, Jakarta, Bandung dan Medan. Kami juga bekerja sama dengan beberapa departemen store seperti Sogo dan AEON Mall,” ujarnya.

Mengetahui bagaimana perkembangan jualan online yang terus meningkat, Rianty Batik pun mulai merambah jualan secara live streaming di platform TikTok maupun Tokopedia.

Hal tersebut diharapkan bisa semakin mendongkrak penjualan batiknya ke masyarakat.

“Karena saat pandemi kemarin, kami merasakan betul dampaknya. Apalagi sektor pariwisata di Yogyakarta, tetapi karena jualan online inilah yang membantu kami bisa bertahan hingga sekarang,” katanya.

Bekerjasama dengan Puluhan Perajin/UMKM Batik

Dalam menghadirkan desain handmade, Rianty Batik pun melakukan kerja sama dengan puluhan perajin batik serta desainer lokal dari Yogyakarta, Solo, dan sekitar Jawa Tengah.

Untuk produk utama dari Rianty Batik sendiri adalah batik print. Produk ini bisa memberikan jawaban akan kebutuhan lebih banyak masyarakat sebab proses pembuatan yang lebih cepat dan harga beli yang lebih terjangkau.

“Namun menjaga kualitas produk tetap menjadi prioritas utama dari Rianty Batik, karena kami tidak ingin mengorbankan kualitas produk demi mendapatkan pasar. Sebelum pandemi harga kain naik dua kali lipat, kami pun berusaha tetap menjaga harga dan kualitas,” ujar Aditya.

Bukan hanya fokus di bisnis, Rianty Batik juga ingin berdampak positif ke sosial dan lingkungan.

Untuk itu, mereka pun membagikan produk batik gratis ke masyarakat yang membutuhkan, memberikan bantuan modal berupa peralatan membatik ke perajin lokal, dan juga mengelola limbah produksi menjadi produk bernilai tambah dengan menggandeng UMKM lokal.

Yang terakhir, Aditya memberikan sedikit tips supaya para pelaku usaha batik terus bertahan dan bisa meningkatkan penjualannya.

Pertama, supaya usaha sustain harus mempunyai fondasi kuat, dengan memiliki branding yang kuat.

Kedua yakni membuat produk unik dari yang lain, serta kualitas terbaik harus terus dipertahankan.

Dia merasa, penjualan secara digital amat penting, bekerja sama dengan banyak UMKM harus bisa mengubah mindset.

“Online itu serba instan dan cepat, tetapi banyak UMKM tak mau ambil sedikit risiko. Termasuk stok sangat penting untuk masuk dalam platform online agar bisa berkembang,” ujar Aditya.