Pasokan Beras Premium Aman di Pasar Tradisional Meski Ritel Modern Mengalami Kelangkaan

Pasokan Beras Premium Aman di Pasar Tradisional Meski Ritel Modern Mengalami Kelangkaan

Bisnis Online Tanpa Modal — Ketersediaan beras premium kemasan 5 kilogram (kg) menunjukkan kondisi berbeda antara ritel modern dan pasar tradisional. Saat sejumlah ritel modern mengalami keterbatasan stok, pedagang di pasar tradisional Jakarta Selatan justru menyebut persediaan beras premium dan medium masih tersedia.

Kondisi tersebut terlihat dari perdagangan beras di Pasar Warung Buncit dan Pasar Mampang. Pedagang masih memiliki stok beras untuk memenuhi kebutuhan pembeli, meskipun harga beras premium mengalami kenaikan tipis.

Sementara itu, harga beras medium justru mengalami penurunan. Salah satu pedagang di Pasar Warung Buncit mengatakan pasokan beras masih berjalan normal.

Kondisi pasar yang relatif aman tersebut juga tidak menunjukkan adanya lonjakan permintaan akibat berkurangnya stok di ritel modern. Pedagang menyebut jumlah pembeli di pasar tradisional malah cenderung menurun dibandingkan biasanya.

Artinya, keterbatasan beras premium kemasan 5 kg di sejumlah toko modern belum terlihat memberikan dampak besar terhadap ketersediaan beras di pasar tradisional.

Bapanas Ungkap Penyebab Stok Beras Premium di Ritel Terbatas

Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebelumnya menjelaskan bahwa keterbatasan stok beras premium 5 kg di sejumlah ritel modern tidak berkaitan dengan krisis pasokan beras secara umum.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Hermawan menyebut salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah penghentian produksi serta penarikan beras fortifikasi yang ditemukan memiliki persoalan terkait label dan mutu.

Produk beras fortifikasi yang bermasalah tersebut sebelumnya dipasarkan melalui sejumlah ritel modern. Setelah ditemukan persoalan, produsen tidak lagi diperbolehkan melanjutkan produksinya sehingga pasokan produk di jaringan ritel ikut berkurang.

Bapanas menyebut ada 25 merek beras fortifikasi dari 11 pelaku usaha yang sedang ditindaklanjuti. Satgas Pangan Polri juga telah memerintahkan penarikan hampir 90 persen produksi yang dinilai bermasalah dari peredaran.

Di tengah kondisi tersebut, Bapanas juga menyoroti kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan situasi untuk menciptakan kelangkaan semu. Kondisi itu dikhawatirkan dapat mendorong kenaikan harga beras di tingkat konsumen.

Namun, berdasarkan pemantauan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, persediaan beras premium dan medium masih tersedia. Harga beras premium tercatat sekitar Rp14.200 per kilogram, masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET) Zona I sebesar Rp14.900 per kilogram.

Perbedaan kondisi pasokan antara pasar tradisional dan ritel modern juga berkaitan dengan pola distribusi. Produsen disebut cenderung menyalurkan produk ke pasar tradisional karena margin penjualan di ritel modern relatif lebih tipis.

Beras Premium 5 Kg Kosong di Sejumlah Ritel

Keterbatasan stok sebelumnya terlihat di sejumlah ritel modern di Bekasi. Beberapa toko mengalami kekosongan beras premium kemasan 5 kg dalam waktu cukup lama.

Di salah satu gerai Alfamart, stok beras kemasan 5 kg disebut telah kosong selama sekitar dua bulan. Kondisi serupa juga terjadi di Indomaret, yang mengalami kekurangan stok beras premium dari berbagai merek selama lebih dari satu bulan.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di Superindo. Ritel tersebut masih menyediakan beras premium kemasan 5 kg, tetapi pilihan merek dan jumlah produknya terbatas.

Di sisi lain, perkembangan harga pangan per 1 Oktober 2026 menunjukkan sejumlah jenis beras mengalami penurunan harga rata-rata.

Beras kualitas super I tercatat berada di level Rp17.350 per kilogram. Harga tersebut turun Rp600 atau sekitar 3,34 persen.

Beras kualitas super II juga mengalami penurunan. Harganya berada di kisaran Rp16.600 per kilogram, turun Rp750 atau sekitar 4,32 persen.

Untuk beras medium I, harga rata-ratanya tercatat Rp16.400 per kilogram atau turun Rp200 sekitar 1,2 persen. Sementara beras medium II berada di level Rp16.150 per kilogram setelah turun Rp250 atau sekitar 1,52 persen.

Dengan kondisi tersebut, keterbatasan beras premium 5 kg yang terjadi di sejumlah ritel modern belum mencerminkan kelangkaan pasokan secara menyeluruh. Pasar tradisional di Jakarta Selatan masih memiliki stok, sementara beberapa jenis beras justru mengalami penurunan harga.