Amran Wanti-wanti Bahaya Beras Ilegal bagi Petani Indonesia
Bisnis Online Tanpa Modal — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti kembali masuknya komoditas pangan secara ilegal ke Indonesia. Beras menjadi salah satu produk yang disebut menjadi sasaran penyelundupan setelah Indonesia berhasil memperkuat produksi pangan dalam negeri.
Menurut Amran, aksi tersebut bukan baru terjadi sekali. Sejumlah upaya memasukkan komoditas secara ilegal disebut telah berlangsung berulang dengan lokasi dan modus yang berbeda.
Ia menilai besarnya pasar Indonesia menjadi salah satu faktor yang membuat praktik tersebut menarik bagi pihak yang ingin memasukkan pangan secara ilegal. Di sisi lain, kebijakan Indonesia yang menghentikan impor beras dinilai turut memberikan tekanan kepada negara-negara eksportir yang kehilangan pasar.
Amran menyampaikan hal tersebut dalam konferensi di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Jakarta Timur, Selasa (22/9).
Penyelundupan Pangan Disebut Berulang
Amran mengungkapkan sejumlah kasus penyelundupan yang sebelumnya telah ditemukan aparat. Ia menyebut kasus pertama terjadi di Sabang dengan jumlah sekitar 200 ton, kemudian ditemukan kasus di Batam yang mencapai 1.000 ton.
Selain beras, upaya memasukkan komoditas pangan lain secara ilegal juga pernah ditemukan. Amran menyebut adanya kasus bawang yang masuk melalui Surabaya hingga kasus terbaru yang berkaitan dengan jalur masuk menuju Jakarta.
“Ini kejadian yang ketiga kalinya. Yang pertama dulu di Sabang 200 ton, kemudian Batam 1.000 ton, kemudian masuk Surabaya, bawang. Kemudian Semarang, ini sudah masuk Jakarta. Ini sudah sangat keterlaluan,” ujar Amran.
Ia mengingatkan agar penanganan penyelundupan pangan tidak hanya melihat seberapa besar jumlah barang yang berhasil diamankan. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan dapat jauh lebih besar dibandingkan volume komoditas yang ditemukan.
Amran kemudian menyinggung pengalaman Indonesia ketika terjadi kasus masuknya daging secara ilegal pada 2022-2023. Ia menyebut hanya satu kontainer yang masuk secara ilegal, tetapi dampaknya terhadap sektor peternakan sangat besar.
“Jangan melihat jumlahnya, dampaknya. Indonesia pernah kecolongan, itu 2022-2023, itu masuk daging hanya satu kontainer ilegal waktu itu, tetapi dampaknya merugikan petani Rp40 triliun, 2 juta sapi yang kena penyakit kuku dan mulut, foot and mouth disease,” katanya.
Amran Minta Pelaku Penyelundupan Ditindak Tegas
Menurut Amran, risiko penyelundupan pangan tidak hanya berkaitan dengan kerugian ekonomi. Komoditas yang masuk tanpa melalui prosedur resmi juga dapat membawa risiko penyakit hewan dan mengganggu kondisi sektor pertanian maupun peternakan di dalam negeri.
Karena itu, ia menilai kasus penyelundupan beras perlu mendapatkan perhatian serius. Amran menyebut praktik tersebut dapat mengancam hasil yang tengah dinikmati sektor pertanian setelah Indonesia mencapai kemandirian pangan.
Ia mengatakan sekitar 115 juta petani Indonesia menjadi pihak yang ikut terdampak apabila stabilitas pangan nasional terganggu akibat masuknya komoditas ilegal.
Amran pun meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman tegas kepada pelaku, termasuk mereka yang kembali melakukan tindak pidana atau berstatus residivis dalam kasus mafia pangan.
“Kami memohon dari Kabareskrim, kami memohon. Yang dulu banyak yang bertanya, ‘Mana tersangkanya?’ Sudah 102 yang tersangka yang dulu. Kemudian itu perintah Bapak Presiden, memang ditindak tegas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menyerahkan informasi mengenai tersangka dalam kasus terbaru kepada Kapolri. Amran berharap proses hukum terhadap para pelaku dapat berjalan tegas sehingga memberikan efek jera.
“Yang kemarin kami sudah kirim ke Pak Kapolri, ini tersangkanya. Nah, moga-moga ini kalau bisa dihukum seberat-beratnya dari Reskrim,” ujar Amran.
