Penjelasan di Balik Lonjakan Harga Pertamax oleh Pertamina

Penjelasan di Balik Lonjakan Harga Pertamax oleh Pertamina

Bisnis Online Tanpa Modal — PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kenaikan terjadi pada produk Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku mengikuti perkembangan harga energi global.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi geopolitik internasional dan pergerakan harga minyak dunia.

Pertamax dan Pertamax Green Alami Kenaikan Harga

Dalam penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Kenaikan tersebut menjadikan kedua produk BBM nonsubsidi itu mengalami penyesuaian yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

Menurut Simon, perubahan harga dilakukan mengikuti mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi yang dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional.

Dipengaruhi Geopolitik dan Harga Minyak Dunia

Simon menyebut situasi geopolitik global menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga BBM nonsubsidi. Ketegangan yang terjadi di sejumlah kawasan dunia turut berdampak terhadap pasokan dan harga minyak mentah internasional.

Selain itu, pergerakan harga minyak di pasar global juga menjadi pertimbangan dalam menentukan harga jual BBM di dalam negeri.

”Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap memperhatikan daya beli masyarakat,” ujar Simon.

Di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi, Pertamina memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan.

Harga Pertalite tetap dipertahankan sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi masih dijual dengan harga Rp6.800 per liter sesuai ketentuan pemerintah.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga akses masyarakat terhadap energi yang lebih terjangkau, terutama bagi kelompok yang berhak menerima subsidi.

Penyesuaian Juga Dilakukan SPBU Swasta

Simon menegaskan bahwa penyesuaian harga BBM bukan hanya dilakukan oleh Pertamina. Sejumlah badan usaha penyedia BBM swasta juga melakukan penyesuaian harga mengikuti perkembangan harga energi global.

Karena itu, kenaikan harga bukan semata kebijakan yang dilakukan oleh Pertamina, melainkan bagian dari respons industri energi terhadap perubahan kondisi pasar internasional.“Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini selain dilakukan di SPBU Pertamina, juga dilakukan oleh SPBU badan usaha swasta,” jelasnya.

Pertamina Jamin Pasokan Energi Tetap Aman

Meski menghadapi tantangan global yang cukup besar, Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap terjaga.

Perusahaan pelat merah tersebut mengaku terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar di seluruh wilayah Indonesia.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak dan efisien di tengah kondisi pasar energi yang masih berfluktuasi.

Simon menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini terus mendukung berbagai upaya Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Ia berharap masyarakat dapat memahami alasan di balik penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta tetap menggunakan energi secara bertanggung jawab.

“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini dan mari bersama-sama bijak menggunakan energi,” tutup Simon.