Pupuk Subsidi Turun 20%, Petani Sambut Gembira

Pupuk Subsidi Turun 20%, Petani Sambut Gembira

Bisnis Online Tanpa Modal — Keuntungan petani di Jonggol disebut semakin terasa sejak pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi hingga 20 persen dan menetapkan harga gabah kering panen (GKP) menjadi Rp6.500 per kilogram. Dua kebijakan ini dinilai langsung menekan biaya produksi sekaligus menaikkan pendapatan petani.

Uki, petani dari Desa Balai Kambang, menuturkan bahwa keputusan penurunan harga pupuk dalam Kepmentan Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 membawa dampak besar bagi usaha tani. Menurutnya, beban biaya yang sebelumnya cukup berat kini jauh lebih ringan.

”Para petani sangat senang. Harga padi juga sudah bagus. Kami berharap pupuk tidak dinaikkan lagi dan kalau bisa jumlahnya ditambah,” ujar Uki saat menebus pupuk di salah satu kios di Jonggol.

Kombinasi Pupuk Murah dan GKP Tinggi Tingkatkan Keuntungan

Uki menilai kondisi sekarang jauh lebih menguntungkan dibanding sebelumnya, ketika harga pupuk dan harga padi hampir seimbang. Dengan pupuk turun 20 persen dan harga gabah stabil tinggi, petani memiliki ruang keuntungan yang lebih besar.

Ia juga menegaskan bahwa akses pupuk subsidi kini jauh lebih mudah. Petani cukup membawa KTP selama datanya tercatat di Simluhtan atau e-RDKK. Stok pun tersedia lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Koyum, pemilik Kios Berkah Tani, mengaku penyerapan pupuk subsidi meningkat sejak harga resmi diturunkan. Hingga saat ini, sekitar 70 persen stok sudah habis ditebus petani, meski tahun belum berakhir.

“Petani senang, kami pedagang juga ikut senang. Harapannya, harga gabah ikut naik dan hasil panen makin bagus,” ucapnya.

Dukungan dari Penyuluh dan Harapan Swasembada Pangan

Ketua BPP Wilayah XII Jonggol–Sukamakmur, Jajang, menuturkan bahwa antusiasme petani sangat tinggi setelah kebijakan ini dijalankan. Ia optimis target swasembada pangan 2026 bisa tercapai karena harga pupuk terjangkau dan harga gabah tetap kuat.

Menurut Jajang, pendampingan administrasi penebusan pupuk terus dilakukan agar semua petani bisa mengakses pupuk subsidi tanpa kendala.

Endang Suryadi, petani lainnya, mengatakan penurunan harga pupuk membantu mengalihkan anggaran ke kebutuhan lain seperti obat tanaman. Dengan harga gabah kering sekitar Rp775 ribu per kuintal, ia berharap harga padi tidak turun dan tetap stabil.

“Dampaknya besar sekali. Penghematan pupuk bisa dipakai untuk kebutuhan lain. Harapannya harga padi tetap stabil dan jangan turun,” ujarnya.