Indonesia Masuk Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di ASEAN

Indonesia Masuk Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di ASEAN

Bisnis Online Tanpa Modal — Perekonomian Indonesia mencatat kinerja positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Pemerintah menyebut capaian tersebut menjadi salah satu yang terbaik di kawasan Asia Tenggara setelah ekonomi nasional berhasil tumbuh di atas lima persen. Hasil ini dinilai menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen. Angka tersebut mengacu pada data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Airlangga, capaian itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ASEAN. Meski Vietnam masih mencatat pertumbuhan lebih tinggi, Indonesia tetap berada di kelompok negara dengan performa ekonomi yang kuat.

”Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester pertama tahun ini menjadi salah satu yang terbaik di kawasan ASEAN. Vietnam memang masih berada di atas Indonesia, tetapi capaian kita tetap sangat baik,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta.

Pemerintah Optimistis Momentum Pertumbuhan Berlanjut

Airlangga menilai pertumbuhan ekonomi yang stabil selama semester pertama menjadi modal penting untuk menjaga kinerja ekonomi hingga akhir 2026. Pemerintah optimistis target pertumbuhan nasional tetap dapat tercapai apabila berbagai program penguatan ekonomi berjalan sesuai rencana.

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati perkembangan ekonomi dunia. Ketegangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global masih berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan maupun investasi.

Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat fondasi ekonomi nasional agar dampak gejolak eksternal bisa diminimalkan. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai kebijakan yang mendorong konsumsi masyarakat, investasi, serta daya beli.

Stimulus Ekonomi Disiapkan untuk Semester II 2026

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada di jalur positif, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program stimulus pada semester kedua 2026.

Salah satu program yang akan dijalankan adalah penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram kepada 33,24 juta penerima manfaat. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan inflasi.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif di sektor transportasi menjelang libur sekolah dan periode Natal serta Tahun Baru 2026/2027. Insentif tersebut meliputi potongan tarif angkutan laut sebesar 30 persen, pembebasan sejumlah biaya kepelabuhanan, hingga fasilitas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi.

Selain itu, pemerintah meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan dari Rp37,5 triliun menjadi Rp50 triliun. Penambahan anggaran tersebut diharapkan mampu mendorong aktivitas sektor properti sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi domestik.

Berdasarkan data BPS, ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 11,83 persen.

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni sebesar 18,62 persen. Pemerintah pun menargetkan pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 tetap berada di kisaran 5,4 persen sesuai asumsi yang tercantum dalam APBN 2026.