Bulog Perkuat Ekonomi Desa, Lebih dari 15 Ribu Penggilingan Jadi Mitra

Bulog Perkuat Ekonomi Desa, Lebih dari 15 Ribu Penggilingan Jadi Mitra

Bisnis Online Tanpa Modal — Kebijakan pemerintah yang menetapkan harga pembelian gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi di pedesaan. Perum Bulog menyebut kebijakan tersebut membantu menggerakkan kembali usaha penggilingan padi skala kecil yang sebelumnya mengalami penurunan aktivitas.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kebijakan harga gabah tersebut tidak hanya memberikan kepastian pendapatan bagi petani, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Menurut Rizal, lebih dari 15.000 penggilingan padi kecil kini telah menjadi mitra Bulog. Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas manfaat kebijakan pangan hingga ke tingkat desa.

Harga Gabah Rp6.500 Bantu Petani dan UMKM

Rizal menjelaskan bahwa kebijakan harga pembelian gabah memberikan kepastian bagi petani ketika menjual hasil panennya. Dengan adanya patokan harga minimal Rp6.500 per kilogram, petani diharapkan tidak lagi menghadapi tekanan harga yang terlalu rendah saat memasuki masa panen.

Bulog juga menyatakan komitmennya untuk menyerap gabah petani sesuai ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga pendapatan petani sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan pertanian di berbagai wilayah.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petani. Penggilingan padi kecil yang menjadi mitra Bulog juga memperoleh kesempatan untuk kembali menjalankan usahanya. Aktivitas tersebut berpotensi menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari tenaga kerja hingga pelaku usaha lain yang bergantung pada sektor pertanian.

Rizal menilai pendekatan ini berbeda dengan pola pemberdayaan yang sebelumnya lebih banyak mengandalkan penggilingan padi berskala besar. Kini, Bulog berupaya memberikan ruang lebih luas bagi penggilingan kecil agar masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas turut merasakan manfaatnya.

Lebih dari 15 Ribu Penggilingan Padi Menjadi Mitra Bulog

Bulog mencatat lebih dari 15.000 penggilingan padi skala kecil telah bergabung sebagai mitra di berbagai daerah. Jumlah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok pangan nasional.

Melalui kemitraan tersebut, penggilingan padi kecil diharapkan mampu mempertahankan aktivitas operasionalnya dan memperoleh peluang usaha yang lebih berkelanjutan.

Keberadaan penggilingan kecil juga memiliki peran penting dalam perekonomian desa. Selain mendukung proses pengolahan hasil panen, usaha ini dapat membuka lapangan kerja dan menggerakkan kegiatan ekonomi lain yang berkaitan dengan produksi serta distribusi beras.

Bulog berharap kebijakan harga gabah dan penguatan kemitraan tersebut bisa memberikan manfaat yang lebih merata. Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar, tetapi juga berkembang di wilayah perdesaan.

Bulog Gandeng Koperasi Desa Merah Putih

Untuk memperluas manfaat kebijakan tersebut, Bulog berencana memperkuat kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Sinergi ini akan diarahkan untuk mendukung penyaluran produk pangan Bulog serta pupuk bersubsidi kepada masyarakat.

Melalui koperasi desa, distribusi kebutuhan pokok diharapkan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas. Kerja sama ini juga berpotensi memperkuat hubungan antara kegiatan produksi pertanian, distribusi pangan, dan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.

Bulog berharap ekosistem ekonomi desa dapat berkembang melalui keterlibatan petani, penggilingan padi, UMKM, dan koperasi. Jika seluruh unsur tersebut saling terhubung, aktivitas ekonomi di pedesaan berpeluang tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Rizal berharap penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan usaha kecil dapat mendorong perubahan arah pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, desa perlu memiliki aktivitas ekonomi yang kuat agar tidak hanya bergantung pada perputaran uang dari perkotaan.

Dengan menghidupkan penggilingan padi kecil, menjaga kepastian harga gabah, serta memperluas peran koperasi, Bulog ingin mendorong perputaran ekonomi yang dimulai dari desa.

Upaya tersebut diharapkan menciptakan manfaat berantai bagi masyarakat, terutama petani dan pelaku UMKM yang selama ini menjadi bagian penting dalam perekonomian perdesaan.

Bulog pun berharap kemitraan dengan penggilingan padi kecil dan Koperasi Desa Merah Putih dapat terus berkembang sehingga desa memiliki peran yang semakin besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.