Krisis BBM Mengintai SPBU Swasta

Krisis BBM Mengintai SPBU Swasta

Bisnis Online Tanpa Modal — Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta mulai menjadi perhatian setelah ditemukan adanya kekosongan dan penurunan stok di beberapa wilayah. Kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran akan potensi krisis energi global.

Sejumlah jaringan SPBU swasta seperti Shell Indonesia dan Vivo Energy Indonesia dilaporkan mengalami keterbatasan pasokan BBM.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Shell, seluruh produk BBM mereka saat ini tidak tersedia di SPBU mana pun.

Jenis BBM yang terdampak meliputi:

  • Shell Super
  • Shell V-Power
  • Shell V-Power Nitro+
  • Shell V-Power Diesel

Pihak Shell menyampaikan bahwa mereka masih berkoordinasi dengan pemerintah terkait proses rekomendasi impor BBM untuk tahun 2026.

Stok Kosong Hingga Dua Bulan di Lapangan

Hasil pemantauan di salah satu SPBU Shell di wilayah Jatiasih, Bekasi, menunjukkan bahwa stok BBM telah kosong selama sekitar dua bulan.

Petugas SPBU setempat mengaku belum menerima informasi terkait jadwal pengiriman ulang bahan bakar. Meski demikian, layanan lain seperti bengkel dan minimarket Shell Select tetap beroperasi seperti biasa.

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Vivo di kawasan MT Haryono, Jakarta, 8 Oktober 2025. Tempo/Martin Yogi Pardamean

Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di SPBU milik Vivo Energy Indonesia di kawasan Pekayon, Bekasi.

Saat ini, hanya BBM jenis RON 92 (Revvo 92) yang masih tersedia. Sedangkan RON 95 (Revvo 95) dan diesel dilaporkan telah habis sejak sekitar satu minggu terakhir.

Petugas setempat menyebut belum ada kepastian mengenai jadwal pengiriman stok baru.

Di sisi lain, ketersediaan BBM di SPBU milik BP-AKR di kawasan Galaxy, Bekasi, masih terpantau aman.

Seluruh jenis BBM seperti BP 92, BP Ultimate, dan BP Diesel masih tersedia. Namun, pihak petugas juga belum dapat memastikan berapa lama stok tersebut akan bertahan tanpa adanya tambahan pasokan.

Dampak Potensi Krisis Energi

Menipisnya stok BBM di SPBU swasta ini terjadi di tengah ancaman krisis energi global yang turut memengaruhi pasokan dan harga bahan bakar.

Kondisi ini berpotensi berdampak pada distribusi energi di tingkat lokal jika tidak segera diatasi, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada SPBU swasta sebagai alternatif pengisian bahan bakar.

Saat ini, operator SPBU dan masyarakat masih menunggu kepastian terkait distribusi dan pasokan BBM ke depan.

Koordinasi antara perusahaan dan pemerintah menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan energi tetap terjaga di tengah tekanan global.