Sri Mulyani Ungkap Tantangan Berat Kelola APBN di Tengah Ketidakpastian Global
Bisnis Online Tanpa Modal — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa tantangan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke depan akan semakin kompleks.
Hal ini disebabkan oleh dinamika global yang terus berubah dan tugas strategis yang diemban oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai otoritas fiskal negara.
“Tugas ini tidak mudah. Tantangan perekonomian dan keuangan negara akan semakin dinamis, kompleks, bahkan berat,” ujar Sri Mulyani dalam acara pelantikan pejabat eselon I Kementerian Keuangan, pada Jumat (23/5).
Ketegangan Geopolitik serta Dampaknya terhadap APBN
Menurut Sri Mulyani, ketegangan geopolitik, perang dagang, serta konflik militer global berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi dunia dan berdampak langsung terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
“Persaingan dan konflik di bidang ekonomi serta geopolitik akan mempengaruhi perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuhnya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, APBN menjadi instrumen utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat.
”Bangsa dan rakyat Indonesia harus bisa mengandalkan APBN sebagai instrumen yang mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional secara efektif,” lanjutnya.
Tugas Strategis Kementerian Keuangan dalam Pengelolaan APBN
Sebagai otoritas fiskal, Kemenkeu memiliki mandat penting dalam menyusun Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF), menghimpun penerimaan negara, dan mengelola belanja serta pembiayaan secara hati-hati.
“Kemenkeu menyusun kebijakan ekonomi makro, menghimpun penerimaan negara, mengelola belanja dan pembiayaan negara secara prudent, serta menjaga aset dan kekayaan negara,” tegas Sri Mulyani.
Sri Mulyani juga menekankan bahwa peran pejabat Kemenkeu bukan hanya administratif. Mereka memikul tanggung jawab besar yang diatur dalam berbagai undang-undang keuangan negara, dan berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
“Peran Kemenkeu tidak sekadar sebagai administrator. Kami menjalankan amanat undang-undang dan bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan negara yang menyentuh hajat hidup masyarakat luas,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar seluruh pejabat Kemenkeu menjaga kepercayaan publik dan melaksanakan tugas dengan integritas tinggi.
“Pejabat Kemenkeu memiliki peran strategis dalam menjaga keuangan negara, serta mendorong kemajuan bangsa melalui pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.
