Kategori: Bisnis

Harga Singkong Anjlok, Mentan Soroti Impor Berlebihan

Harga Singkong Anjlok, Mentan Soroti Impor Berlebihan

Bisnis Online Tanpa Modal — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap alasan utama membanjirnya singkong impor di Indonesia. Menurutnya, sejumlah pelaku industri justru memasok singkong dari kebun mereka sendiri yang berada di luar negeri, bukan dari petani lokal.

“Biasanya, yang punya pabrik juga punya kebun di luar negeri. Hasilnya dikirim ke sini karena biaya produksi lebih murah. Tapi ini tidak boleh, harus utamakan petani lokal,” ujar Amran di Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2025).

Akibat praktik tersebut, harga singkong lokal jatuh dan hasil panen petani sulit terserap industri. Amran menyebut kasus ini mirip dengan kelebihan pasokan susu sapi yang pernah terjadi sebelumnya.

“Kondisi ini sama seperti saat peternak mandi susu karena harga jatuh. Sekarang sudah tidak ribut lagi, karena kami atur,” lanjutnya.

Amran meminta semua industri pertanian memprioritaskan hasil dari petani Indonesia.

“Kami minta industri pertanian dahulukan petani lokal. Jangan utamakan hasil dari negara lain. Ini soal keadilan untuk petani kita,” tegasnya.

Sudah Laporkan ke Presiden

Amran mengatakan sudah melaporkan persoalan ini ke Presiden Prabowo Subianto dan mendapat dukungan untuk membenahi sistem distribusi singkong dalam negeri.

“Saya sudah sampaikan ke Bapak Presiden bahwa kita harus lindungi produsen singkong lokal,” katanya.

Ia juga mengaku telah menghubungi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan terkait pengendalian impor.

“Saya langsung telepon Pak Airlangga, Pak Mendag, dan Pak Zulkifli. Semuanya setuju lindungi petani lokal. Soal kebijakan, apakah tarif atau lartas, itu nanti disesuaikan,” ujar Amran.

Masih Bahas Skema Larangan Impor

Ketika ditanya apakah pemerintah akan menerapkan larangan terbatas (lartas) terhadap impor singkong, Amran menyebut keputusan masih dalam pembahasan. Namun, secara prinsip, ia menegaskan arah kebijakannya sudah jelas.

“Saya belum tahu bentuknya nanti, apakah tarif atau lartas. Yang penting, petani kita harus dilindungi,” ucapnya.

Amran juga menjelaskan bahwa sempat terjadi ketidaksepahaman antara petani dan industri soal harga dan distribusi. Namun, keduanya sudah mencapai kesepakatan dan akan diatur lewat regulasi resmi.

Sebelumnya, Amran telah mengirim surat resmi ke Airlangga Hartarto melalui surat bernomor B-191/PI.200/M/05/2025 pada 14 Mei 2025. Surat itu berisi permintaan Rakortas untuk membahas pengendalian impor singkong dan turunannya.

”Langkah strategis dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi petani,” tulisnya dalam keterangan, Sabtu (17/5).

Impor Singkong Naik Tajam

Kementan mencatat banyak petani mengeluh karena harga singkong anjlok dan distribusi panen tersendat akibat produk impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor ubi kayu naik 609,11 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.