Harbolnas 12.12 Jadi Cermin Perubahan Pola Konsumsi

Harbolnas 12.12 Jadi Cermin Perubahan Pola Konsumsi

Bisnis Online Tanpa Modal — Menjelang tutup tahun 2025, perilaku belanja masyarakat Indonesia di platform e-commerce mengalami pergeseran yang cukup signifikan. Momen Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12 menjadi cerminan kuat bagaimana konsumen kini tidak hanya tergiur diskon besar, tetapi juga semakin selektif dalam memilih produk yang bernilai guna jangka panjang.

Dua pemain besar e-commerce, Shopee dan Lazada, mencatat tren yang menunjukkan perubahan preferensi konsumen, mulai dari meningkatnya minat pada produk lokal hingga kecenderungan berbelanja secara lebih terencana dan berkualitas.

Shopee: Produk Lokal Mendominasi Keranjang Belanja

Shopee mencatat adanya lonjakan signifikan pada pembelian produk lokal selama kampanye 12.12 yang sekaligus bertepatan dengan perayaan satu dekade platform tersebut di Indonesia. Fenomena ini menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas produk UMKM dan brand lokal.

Dari data internal Shopee, kategori makanan ringan menjadi yang paling menonjol dengan peningkatan penjualan hingga empat kali lipat di puncak kampanye. Sementara itu, kategori dekorasi rumah juga mencatat pertumbuhan hingga tiga kali lipat, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam menyiapkan suasana rumah menjelang perayaan akhir tahun.

Tren ini menunjukkan bahwa produk lokal tak lagi dipandang sebagai alternatif, melainkan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Shopee Live dan UMKM Kian Berkembang

Sepanjang 2025, Shopee mencatat pemanfaatan fitur Shopee Live oleh brand lokal dan UMKM untuk mempromosikan puluhan juta produk. Program Shopee Pilih Lokal juga mengalami pertumbuhan signifikan, dengan jumlah produk yang terdaftar meningkat hingga 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, menyebut tren ini sebagai bukti bahwa produk lokal semakin mendapat tempat di hati konsumen. Shopee pun berkomitmen untuk terus memperluas peluang bagi UMKM agar dapat tumbuh berkelanjutan di ekosistem digital.

Lazada: Konsumen Beralih ke Belanja Bernilai Jangka Panjang

Sementara itu, Lazada melihat tren berbeda namun saling melengkapi. Data festival belanja Lazada 12.12 Promo Habis-Habisan menunjukkan bahwa konsumen, khususnya keluarga muda, kini lebih fokus pada pembelian produk berkualitas dan tahan lama.

Lonjakan transaksi di kanal LazMall bahkan mencapai 600 persen dibandingkan hari biasa, menandakan tingginya kepercayaan konsumen terhadap produk orisinal dari brand resmi.

Beberapa kategori mencatat peningkatan penjualan yang mencolok, antara lain:

  • Kebutuhan Rumah Tangga (naik 710%)
    Didominasi pembelian produk esensial dari brand besar seperti Unilever, Wings Group, dan MamyPoko, mencerminkan kebiasaan stok kebutuhan jangka panjang.
  • Fesyen Fungsional (naik 610%)
    Produk yang bersifat timeless seperti sepatu lari Nike dan Adidas serta jeans menjadi favorit karena daya tahan dan fungsi.
  • Perlengkapan Rumah dan Hobi (naik 540%)
    Tren DIY mendorong pembelian furnitur, perkakas, hingga peralatan dapur premium dari brand seperti Krisbow dan In The Box.
  • Elektronik (naik 230%)
    Produk bernilai tinggi seperti televisi dan peralatan rumah tangga dari Philips dan Samsung semakin dipandang sebagai investasi, bukan pembelian impulsif.

CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menilai tren ini menunjukkan pergeseran pola konsumsi dari impulse buying menuju intentional spending, di mana konsumen lebih mempertimbangkan manfaat jangka panjang.

Pergeseran Pola Konsumsi di Akhir 2025

Baik Shopee maupun Lazada sama-sama mencerminkan satu benang merah: konsumen Indonesia kini semakin matang dalam berbelanja. Produk lokal mendapatkan kepercayaan lebih besar, sementara kualitas dan daya tahan menjadi pertimbangan utama.

Tren ini diprediksi akan terus berlanjut, seiring meningkatnya literasi digital dan kesadaran konsumen dalam mengelola pengeluaran, terutama menjelang momen besar seperti akhir tahun.