Bulan: April 2026

Harga Plastik Melonjak Drastis Akibat Konflik Global

Harga Plastik Melonjak Drastis Akibat Konflik Global

Bisnis Online Tanpa Modal — Kenaikan harga komoditas global saat ini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha kecil di dalam negeri. Di Surabaya, harga berbagai produk plastik dilaporkan mengalami lonjakan tajam hingga 40 persen dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan di sejumlah pasar memperlihatkan hampir seluruh jenis kemasan terdampak, mulai dari kantong kresek, wadah mika makanan, hingga cup minuman. Para pedagang menyebut kenaikan kali ini sebagai salah satu yang paling tinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satu pedagang, Mimin (65), pemilik Toko Plastik Laksono di Pasar Pucang Anom, mengaku lonjakan harga mulai terasa sejak periode Idulfitri 2026. Ia mengatakan harga dari distributor naik secara mendadak tanpa banyak pemberitahuan sebelumnya.

“Dari harga Rp9.000 tiba-tiba jadi Rp15.000. Hampir semua jenis plastik naik, rata-rata sampai 40 persen,” ujarnya saat ditemui di tokonya.

Menurut Mimin, pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti harga dari produsen. Ia menyebut kenaikan ini berkaitan dengan terganggunya pasokan bahan baku akibat konflik yang masih berlangsung di Timur Tengah.

Bahan baku plastik seperti biji plastik memang berasal dari turunan minyak bumi dan gas alam. Ketika harga energi global naik atau distribusinya terganggu, maka biaya produksi plastik otomatis ikut meningkat.

Pedagang Tertekan, Modal Membengkak

Kondisi ini semakin memberatkan pedagang karena banyak pelanggan sudah terlanjur membeli stok dalam jumlah besar sebelum harga naik. Akibatnya, pedagang harus mengeluarkan modal lebih besar untuk mengisi kembali stok dengan harga baru.

Mimin mengaku tidak sempat mengantisipasi lonjakan tersebut. Saat bulan puasa, permintaan plastik justru meningkat tajam karena banyak pembeli yang bersiap untuk kebutuhan Lebaran.

”Pertengahan puasa itu pembeli banyak yang borong. Kami juga tidak menyangka setelah itu harga malah naik tinggi,” jelasnya.

Situasi ini membuat margin keuntungan pedagang menjadi semakin tipis. Mereka harus menyesuaikan harga jual, namun tetap menghadapi risiko penurunan daya beli dari pelanggan.

Kenaikan harga plastik tidak hanya berdampak pada pedagang kemasan, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Plastik merupakan komponen penting dalam pengemasan berbagai produk makanan seperti tempe, tahu, hingga minuman.

Mimin menilai, jika kondisi ini terus berlanjut, maka masyarakat luas akan ikut merasakan dampaknya.

”Kalau plastik naik, harga makanan juga ikut naik. Tempe, tahu pasti kena. Ujung-ujungnya rakyat yang makin tertekan,” keluhnya.

Hal serupa disampaikan Maksum (48), pedagang plastik lainnya. Ia menyebut kenaikan harga tahun ini tergolong tidak wajar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Baru kali ini naiknya segila ini. Ada yang naik Rp5.000 sampai Rp15.000. Omzet tidak seberapa naik, tapi modalnya jadi jauh lebih besar,” ujarnya.

Dampak Global Mulai Terasa di Level Lokal

Lonjakan harga plastik ini menjadi contoh nyata bagaimana dinamika global bisa berdampak langsung pada ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Konflik geopolitik yang memengaruhi harga energi dunia ternyata berimbas hingga ke sektor usaha kecil.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin tekanan harga akan semakin meluas ke berbagai sektor lain. Oleh karena itu, stabilitas pasokan energi dan kebijakan pengendalian harga menjadi faktor penting untuk menjaga daya beli masyarakat.