Bulan: April 2026

Krisis Energi Aman, Ini Kata Bahlil

Krisis Energi Aman, Ini Kata Bahlil

Bisnis Online Tanpa Modal — Kekhawatiran terhadap pasokan energi nasional sempat mencuat di tengah memanasnya konflik geopolitik global. Namun kini, pemerintah memastikan kondisi tersebut sudah terkendali dan tidak lagi berada dalam fase krisis.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil melewati masa sulit terkait ketahanan energi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara yang dihadiri kader Partai Golkar.

Menurut Bahlil, pemerintah sempat menghadapi tantangan serius dalam menjaga ketersediaan energi, khususnya di tengah dampak konflik di kawasan Timur Tengah. Situasi ini bahkan sempat menimbulkan kekhawatiran terkait keberlanjutan pasokan energi dalam negeri.

Indonesia Sempat Hadapi Kondisi Kritis

Bahlil mengungkapkan bahwa pada awal April lalu, Indonesia berada dalam posisi yang cukup mengkhawatirkan. Stok liquefied petroleum gas (LPG) saat itu diperkirakan hanya mampu bertahan kurang dari 10 hari.

Kondisi tersebut memicu langkah cepat dari pemerintah untuk mencari solusi. Salah satunya melalui komunikasi dan negosiasi dengan sejumlah negara mitra, seperti Australia, Jepang, dan Brunei Darussalam.

Hasilnya, pasokan LPG berhasil ditambah melalui kedatangan kapal-kapal pengangkut. Saat ini, cadangan LPG nasional disebut telah berada di atas batas aman, yakni lebih dari 10 hari.

Tak hanya LPG, pemerintah juga menyoroti sektor bahan bakar jenis solar. Bahlil menyatakan bahwa Indonesia kini tidak lagi bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan solar.

Konsumsi solar nasional tercatat mencapai sekitar 40 juta kiloliter. Angka tersebut, menurutnya, telah mampu dipenuhi melalui produksi dalam negeri, khususnya untuk jenis bahan bakar B40.

Lebih lanjut, pemerintah juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi dengan menghadirkan B50 pada pertengahan tahun ini. Jika target tersebut tercapai, Indonesia berpotensi mengalami surplus hingga sekitar 4 juta kiloliter.

Produksi BBM Masih Perlu Ditingkatkan

Di sisi lain, tantangan masih terlihat pada sektor bahan bakar minyak (BBM). Konsumsi nasional berada di angka sekitar 39 juta kiloliter, sementara produksi dalam negeri baru mencapai sekitar 14 juta kiloliter.

Untuk menutup kekurangan tersebut, Indonesia masih mengandalkan impor. Namun, pemerintah telah mengambil langkah strategis melalui program pengembangan kilang minyak.

Pada awal 2026, pemerintah meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Program ini berhasil meningkatkan produksi minyak dalam negeri sebesar 5,6 juta kiloliter, serta tambahan 4,5 juta kiloliter untuk solar.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Bahlil menegaskan bahwa berbagai langkah yang telah dilakukan membuahkan hasil positif. Ia menyebut masa krisis energi yang sempat mengkhawatirkan kini telah terlewati.

Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama tim dan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, baik di dalam maupun luar negeri.

Ke depan, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sektor energi nasional agar lebih mandiri dan tahan terhadap tekanan global. Dengan strategi yang tepat, Indonesia diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.